Luncurkan Sekolah Aman dan Nyaman, Banten Siapkan Talenta Siswa Mendunia

TANGERANG, Teropongbanten.id— Pemerintah Provinsi Banten meluncurkan Program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) bersamaan dengan pembukaan Gebyar Talenta Banten 2026 di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan yang dihadiri hampir 7.000 peserta itu menjadi ajang pengembangan bakat pelajar SMA, SMK, dan SKh se-Banten.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut program Sekolah Aman dan Nyaman di Banten menjadi yang pertama di tingkat provinsi di Indonesia.

Program itu dirancang menciptakan lingkungan sekolah bebas kekerasan, perundungan, dan intimidasi melalui pengawasan sekolah, masyarakat, serta pemerintah.

“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi siswa, bukan hanya tempat belajar,” ujar Abdul Mu’ti.

Pengawasan program melibatkan guru, siswa, OSIS, orang tua, kepolisian, hingga BNN. Pendekatan yang diterapkan bersifat preventif dan partisipatif dengan melibatkan organisasi pelajar sebagai bagian dari solusi.

Selain meluncurkan BSAN, Abdul Mu’ti mengapresiasi Gebyar Talenta Banten 2026 sebagai ruang aktualisasi dan pembentukan karakter siswa.
Menurutnya, ajang itu bukan sekadar mencari juara, tetapi menyiapkan generasi muda berprestasi hingga tingkat dunia.

“Anak-anak harus punya ruang kreativitas dan keberanian untuk bersaing secara sehat,” katanya.

Ia juga memuji program sekolah gratis Pemprov Banten yang dinilai memperluas akses pendidikan masyarakat.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan setiap anak memiliki keunggulan berbeda sehingga pemerintah harus menyediakan ruang pengembangan talenta.

Ia menjelaskan kebijakan pembatasan maksimal 36 siswa per kelas di sekolah negeri membuat daya tampung SMA/SMK negeri terbatas.

Sebagai solusi, Pemprov Banten menggandeng 801 sekolah swasta dalam program sekolah gratis yang telah dinikmati 60.705 siswa.“Setiap anak itu istimewa dan harus mendapat kesempatan pendidikan,” ujar Andra.

Kepala Dinas Pendidikan Banten Jamaludin mengatakan Gebyar Talenta Banten menjadi pembukaan berbagai ajang seperti O2SN dan FLS2N.

Ia menegaskan Pemprov membentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bersama kepolisian, TNI, kejaksaan, BNN, hingga organisasi masyarakat dan keagamaan.

“Targetnya tidak ada bullying maupun kekerasan di sekolah,” katanya.

Pemenang Gebyar Talenta Banten 2026 nantinya akan mewakili Provinsi Banten pada kompetisi tingkat nasional. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *